Cerita Panas Terbaru 2012

Tuesday, April 9, 2013

Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru Indonesia 2013/ 2014


PERHATIAN KEPADA SEMUA PEMBACA CERITA DEWASA TERBARU 2013/2014


BACAAN CERITA SEKS DEWASA TERBARU DI WWW.CERITASEKSDEWASA.NET

Kumpulan cerita seks dewasa Indonesia terbaru 2013 / 2014  terus ke mobile

Sila Klik Link Di Bawah



Mau lihat foto cewek seksi bangat :
Gudang Download Video 3gp gratis Indonesia terbesar




DOWNLOAD VIDEO 3GP BOKEP TERBARU INDO GRATIS

Wednesday, June 13, 2012

Cerita Seks terbaru Jun 2012 Fantasi di akhir pekan

Cerita Seks terbaru Jun 2012 Fantasi di akhir pekan
Aku dan istriku tak pernah memiliki apa yang anda biasa sebut dengan kehidupan seks yang menarik. Saat kami melakukan seks, biasanya hanya dalam posisi yang wajar saja. Irama kehidupan seks kami yang boleh kukatakan membosankan itulah, aku mulai berfantasi tentang 'hal dan orang lain'. Untuk bahan fantasiku, aku membiasakan menonton film porno di malam hari setelah semua orang di rumah tidur.Kumpulan cerita seks dewasa Indonesia terbaru 2012/2013 terus ke mobile
  www.cerita17tahun.mobi www.ceritalucu.mobi www.ceritamesum.mobi www.ceritahot.mobi www.ceritaseks.mobi www.ceritangentot.mobi www.ceritasedarah.mobi www.ceritaseru.mobi www.ceritacinta.mobi www.cerita.mobi www.fotobugil.mobi   Gudang Download Video 3gp gratis Indonesia terbesar
 www.cewek.mobi www.ngentot.mobi www.17tahun.mobi www.tantegirang.mobi www.bokep.mobi www.agnesmonica.mobi www.sarahazhari.mobi   DOWNLOAD VIDEO 3GP BOKEP TERBARU INDO GRATISYang mengejutkanku, kebanyakan film porno itu selalu melibatkan seorang gadis muda. Dalam usia kepala tiga, aku tak pernah memikirkan wanita yang lebih muda sampai aku menyaksikan film-film itu. Aku sadar kalau ternyata gadis-gadis muda sangatlah panas.Hal lain yang menarik perhatianku adalah kenyataan kalau permainan lesbian sangat populer. Aku mulai tertarik dengan gadis muda yang mencumbui vagina gadis muda lainnya yang lembut, basah, dan biasanya tak berambut.Melihat film-film itu untuk berfantasi mulai mengubah kehidupanku. Aku mempunyai tiga orang anak gadis yang beranjak remaja. Aku mulai memperhatikan mereka, kulihat cara mereka berpakaian, cara jalannya, dan segala tingkah laku mereka. Mereka menjadi obsesiku sendiri! Kuamati lebih detil saat mereka bangun pagi untuk melihat putingnya yang mengeras di balik pakaian tidur mereka. Kunikmati puting mereka yang terayun saat mereka berjalan-jalan dalam rumah. Aku terus mengamati mereka sampai semuanya beranjak menjadi seorang gadis muda yang sempurna.Yang tertua adalah Irma. Dia mempunyai puting yang paling besar, branya mungkin D-cup atau lebih besar. Dia sesungguhnya tak terlalu cantik, tapi enak dipandang. Aku yakin teman-teman cowoknya banyak yang memperhatikan dadanya. Irma juga mempunya pantat yang kencang dan besar. Tapi meskipun dia yang paling tua di antara saudara-saudaranya, dia sering bertingkah seperti gadis berusia separuh umurnya.Yang paling muda Tia. Tia mungkin yang paling cantik di antara ketiganya. Masalahnya adalah dia pemalas, hanya duduk dan tak mengerjakan apa pun sepanjang waktu. Jadi pantatnya menjadi melebar..? Putingnya baru mulai tumbuh. Dan di samping itu dia tomboy, aku jadi mempertanyakan jenis kelaminnya. Dia lebih suka berada di antara cowok daripada cewek.Eva yang di tengah, di antara anak-anakku, bentuk tubuhnya lah yang terbagus. Bagiku, dia mempunyai tubuh dalam fantasiku. Dia memiliki tubuh yang sempurna dengan bra B-cupnya, atau C-cup kecil. Rambutnya yang panjang hingga melewati bahunya, dan matanya selalu nampak mempesona. Masalahnya dia yang paling bandel. Selalu membuat masalah. Dia juga sadar kalau dia punya tubuh yang bagus dan selalu memakai pakaian yang memperlihatkan hal itu. Di antara anak-anakku, Eva lah yang jadi bahan fantasi utamaku. Setiap kali aku menyetubuhi istriku, Eva lah yang ada dalam benakku!Kisah ini bermula dengan Irma dan temannya Cindy. Cindy setahun lebih muda, tapi mereka sangat akrab. Cindy selalu menginap di rumah kami setidaknya sekali sebulan. Cindy sangat kurus, dadanya kecil, tapi sangat manis.*****Suatu malam saat Cindy menginap, aku mulai melihat film porno seperti biasa. Suaranya kumatikan jadi aku dapat mendengar kalau ada orang yang mendekat. Lagipula aku dengar suara berisik dari kamar Irma. Kupikir mereka sedang sibuk dengan urusan gadis remaja dan begadang sampai pagi ngomongin tentang cowok dan sekolah, atau apapun yang menjadi urusan gadis seusia mereka. Entah bagaimana suara yang kudengar tak lagi seperti orang yang sedang ngobrol. Kadang kudengar suara erangan.. Yang lama-lama cukup keras juga.Aku mendekat ke pintu kamar Irma dan lebih mendengarkan apa yang tengah terjadi. Dan benar! Itu suara erangan dan cukup berisik! Kalau saja pintunya tak tertutup pasti kedengaran sampai luar dengan jelas. Lalu aku dengar teriakan kenikmatan.Kudorong pintunya sedikit terbuka. Apa yang kulihat didalam sangat mengejutkanku. Cindy dan Irma berbaring di lantai dengan Tia diantara mereka. Kepala Cindy berada diantara paha Irma dan kepala Tia ada di sela paha Irma..Setelah mataku dapat menyesuaikan dengan kegelapan kamar itu, kulihat dada Irma bergerak naik turun dengan cepat karena nafasnya. Putingnya ternyata lebih besar dari yang kubayangkan. Tangannya memelintir putingnya sendiri saat Cindy menjilati kelentitnya dan dua jarinya yang terbenam pada vagina Irma. Mata Irma terpejam dalam kenikmatan yang diberikan Cindy.Aku terus memperhatikan mereka hingga paha Irma mencengkeram kepala Cindy dan terlihat sepertinya dia akan 'memecahkan' putingnya sendiri saat dia mendapatkan orgasmenya pada wajah Cindy. Kelihatannya Cindy juga telah orgasme dalam waktu yang sama, karena dia mengangkatkan kepalanya dari paha Irma dengan cairan vagina yang menetes jatuh di pipinya seiring dengan tubuhnya yang mengejang dan kudengar sebuah umpatan keluar dari bibirnya. Aku terkejut mundur saat kurasakan ada tubuh yang menekan punggungku. Saat kutengok, kulihat Eva sedang berdiri di depanku. Eva memandangku dengan mata indahnya dan bertanya.."Apa Papa menikmatinya?" lalu dia melihat ke bawah dan meremas penisku yang sudah keras."Tak perlu dijawab, aku bisa lihat dan rasa Papa menikmatinya.""Kenapa Papa tak lepas saja celana Papa dan bergabung dengan kami?" tanyanya bersamaan dengan tangannya yang bergerak masuk dalam celanaku dan mulai meremas penisku dengan pelan.Dan sepertinya aku tak menginginkan hal lain selain ikut bergabung dengan anak-anakku, tapi.."Papa nggak bisa, Mama kalian akan membunuh Papa." Aku dengar suara Irma saat aku mulai menjauhi mereka."Papa nggak tahu apa yang Papa lewatkan!"Sedihnya, aku tahu apa yang telah kulewatkan. Aku telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan tak hanya satu, tapi empat gadis muda yang panas. Fantasiku hampir saja jadi nyata.Aku pergi ke kamarku dan berbaring disamping isteriku. Biasanya saat aku dan isteriku melakukan hubungan seks terasa hambar. Kali ini saat aku merangkak ke atas tubuhnya, kusetubuhi dia dengan keras dan cepat. Aku keluar dalam beberapa menit saja, baru saja kukeluarkan penisku.."Bagaimana denganku?" kudengar isteriku bertanya dan memegang penisku yang masih keras.Dia bergerak naik di atasku dan segera memasukkan kembali penisku dalam vaginanya. Ini pertama kalinya dia berinisiatif. Dan kupikir ini juga pertama kalinya dia di atas. Isteriku bergerak naik turun dan dapat kurasakan tangannya yang mempermainkan kelentitnya saat dia bergerak diatasku.Melihat isteriku yang berusaha meraih orgasmenya membuatku terangsang kembali. Kuremas payudarnya, kubayangkan yang berada dalam genggamanku adalah milik Irma. Kupelintir putingnya diantara jariku, keras dan lebih keras lagi, tak mungkin menghentikan aku. Dia menggelinjang kegelian, tangannya semakin menekan kelentitnya. Ini pertama kalinya kurasakan cairan vagina isteriku menyemprot padaku. Orgasmenya kali ini terhebat dari yang pernah didapatkannya. Aku jadi berpikir apa dia benar-benar puas dengan kehidupan seks kami sebelumnya.Isteriku mulai melemah. Aku belum keluar kali ini, jadi kugulingkan tubuhnya kesamping dan segera menindihnya. Langsung kuhisap putingnya dengan bernafsu. Kusetubuhi dia dengan kekuatan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku mulai merasakan orgasmeku akan segera meledak. Saat puncakku semakin dekat, kugigit putingnya sedikit lebih keras, yang membawanya pada orgasmenya. Dan saat kurasakan dinding vaginanya berkontraksi pada penisku, kutembakkan spermaku jauh didalam tubuhnya untuk kedua kalinya dalam tiga puluh menit ini. Kuturunkan tubuhku dari atasnya."Tadi sungguh hebat" kata isteriku."Seharusnya kamu lebih sering seperti tadi."*****Saat aku bangun keesokan harinya, isteriku sudah tak ada di sampingku. Tiba-tiba kejadian tadi malam kembali terbayang. Kupejamkan mataku menikmatinya dan tanganku bergerak kebawah mulai mengocok penisku yang mengeras. Aku hampir saja mendapatkan orgasmeku saat kudengar.."Kenapa Papa tak membiarkan kami saja yang melakukan untuk Papa?"Kubuka mataku segera dan terkejut saat melihat Irma dan Cindy berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku tak dapat kucegah seiring dengan bayangan wajah Cindy yang belepotan dengan cairannya Irma yang melintas di benakku."Ups, terlambat!" kata Irma saat mereka meninggalkan kamar.Aku langsung bangkit dan segera mandi. Aku hampir selesai mandi saat tiba-tiba isteriku membuka pintu kamar mandi dan menyelinap masuk."Anak-anak sudah pergi. Ayo bersenang-senang."Isteriku berjongkok di depanku dan memasukkan penisku yang masih loyo ke mulutnya. Penisku mulai membesar dalam mulutnya karena rangsangan lidahnya yang bergerak liar. Penisku makin membesar dan kurasakan kepala penisku meluncur masuk ke tenggorokannya. Dia tak menariknya keluar dan bibirnya semakin ditekankan ke rambut kemaluanku. Lalu kurasakan dia mulai menelan, gerakan tenggorokannya serasa ombak hangat yang basah pada penisku. Dan hal ini pertama kalinya bagi kami juga. Rasanya sungguh dahsyat, sesuatu yang belum pernah kualami. Isteriku mempunyai keahlian yang disembunyikan dariku.Pelan-pelan dikeluarkannya penisku dari tenggorokannya lalu dimasukkannya lagi seluruhnya. Dia menatapku dengan penisku yang terkubur dalam mulutnya dan dengan pelan dikeluarkannya lagi."Kamu menyukainya sayang?" tanyanya.Sebelum aku dapat menjawabnya dia melakukan hal itu lagi, menelanku seluruhnya. Dia mulai menggerakkanya keluar masuk dalam mulutnya, dan tetap memandangku saat dia melakukan itu. Isteriku mulai menaikkan temponya hingga aku tak dapat menahannya lebih lama lagi saat tiba-tiba dia berhenti.."Hei, hei, tunggu dulu bung. Belum waktunya. Lubangku yang lain perlu dimasuki, tahu." katanya.Isteriku berdiri dan berputar. Dia membungkuk di depanku, merapatkan pantatnya padaku. Penisku terjepit di lubang anusnya maka kuarahkan pada vaginanya."Siapa suruh mengalihkan senjatamu?" tanyanya."Kembalikan ke tempat semula!"Dia meraihnya dan lalu mengembalikan penisku ke anusnya, sesuatu yang pernah kulakukan sebelumnya, tapi tidak dengannya. Pelan-pelan dia mendorong pantatnya ke belakang. Kulihat barangku jadi bengkok karena tekanan itu, kepala penisku mulai membelah lubang anusnya, tapi belum masuk. Kemudian tiba-tiba masuk begitu saja, hanya kepalanya saja.Dia mengerang. Lalu, dia terus menekan ke belakang dan memperhatikan aku memasukkan batang penisku seluruhnya. Aku tak dapat menolak rangsangan ini, kuraih pinggangnya dan mendorong lebih keras lagi untuk memastikan aku telah memasukinya seutuhnya. Kuputar pinggangku, memastikan dia dapat merasakan setiap mili senjataku didalamnya, aku terpukau akan pemandangan penisku yang terkubur dalam lubang anusnya. Lalu perlahan aku bergerak mundur.Saat hampir seluruhnya keluar kemudian kutekan lagi ke depan. Berikutnya aku benar-benar keluarkan penisku dan menggodanya, mengoleskan kepalanya saja pada lubang anusnya. Lalu benar-benar kusingkirkan menjauh dan melesakkan batang penisku kembali kedalam lubang anusnya. Aku bergerak maju mundur dengan cepat. Pelan, cepat, pelan dan keras. Tak terlalu lama orgasmeku mulai naik. Dia pasti dapat merasakannya karena dia mulai memainkan tangannya pada vaginanya, berusaha untuk meraih orgasmenya sendiri. Untung saja dia mendapatkannya sebelum aku.Saat kurasakan orgasmenya segera meledak, aku bergerak semakin liar. Pantatnya bergoyang dalam setiap hentakan. Dia mulai mengerang dengan keras seiring hentakanku terhadapnya. Tak kuhentikan gerakanku saat orgasme merengkuhnya, milikku segera datang! Kudorong diriku sejauh yang kubisa dan membiarkan spermaku bersarang dalam lubang anusnya. Isteriku berteriak saat orgasme datang padanya secara berkesinambungan seiring ledakan spermaku yang kuberikan padanya. Akhirnya, aku selesai, tapi dia mendapatkan orgasme sekali lagi saat kepala penisku keluar dari jepitan lubang anusnya.Isteriku membersihkan tubuhku lalu mendorongku keluar dari kamar mandi. Aku melangkah ke kamar kami dan berganti pakaian. Baru saja aku selesai memakai pakaian saat isteriku keluar dari kamar mandi dan muncul dalam kamar."Tadi benar-benar indah" katanya."Mungkin kita harus mengulanginya lagi nanti. Sekarang keluarlah dan nonton TV."*****Anak-anakku, tanpa Cindy pulang tak lama kemudian. Semuanya bertingkah normal. Aku lihat pertandingan bola, dan mereka melakukan apa yang biasa mereka kerjakan di hari Minggu sore.Sisa seminggu itu normal-normal saja. Gadis-gadis pergi ke sekolah dan Isteriku pergi kerja seperti biasanya. Tak ada seorangpun yang bicara atau menanyakan tentang kejadian minggu lalu. Isteriku terlalu letih tiap malamnya sepulang dia kerja. Anak-anakku juga bersikap seperti tak pernah terjadi apapun. Aku jadi mulai berpikir apakah itu hanya khayalanku atau aku bermimpi tentang itu?Saat aku pulang kerja di hari Jum'at, anak-anaku meminta ijinku apa temannya boleh menginap nanti malam. Cindy ingin meghabiskan kembali akhir minggunya bersama kami dan Eva ingin temannya Ami bermalam juga. Aku suka Ami. Dia anggun. Kalau saja aku masih remaja, aku pasti akan mengajaknya kencan. Dia, seperti Eva, memiliki sosok sempurna. Bedanya Ami memiliki wajah yang dapat membuatnya dengan mudah jadi seorang model kalau dia mau.Malam harinya semuanya pergi tidur lebih awal. Mereka benar-benar ingin lepas dari rutinitas hariannya, baik itu sekolah atau kerja. Saat kami bangun hari Sabtunya, semua orang memintaku untuk mengadakan pesta kebun. Maka, isteriku maengajak mereka semua pergi ke toko untuk belanja. Aku beristirahat sejenak kemudian pergi mandi. Ada kerjaan menungguku saat mereka pulang nanti.Saat mereka akhirnya pulang, sepertinya mereka memborong semua barang-barang di toko. Aku bilang pada mereka kalau hanya aku saja yang memasak pasti tak akan selesai. Bisa kacau jadinya. Akhirnya mereka bersedia berbagi tugas. Dengan semua belanjaan yang mereka borong, memerlukan hampir dua jam untuk memasaknya. Badanku bau asap dan terasa sangat letih. Saat aku masuk kedalam rumah, tak ada seorangpun di ruang keluarga ataupun dapur."Hey! Dimana kalian?" teriakku, "Saatnya makan!""Ya!" kudengar jawaban dari kamar Irma. Tapi tak ada seorangpun yang datang untuk makan."Hey, kalian sedang apa sih? Apa nggak ada yang mau makan?" tanyaku jengkel."Ada!" kembali hanya jawaban yang kudengar dari kamar Irma.Aku mendekat ke kamar Irma dan ternyata pintunya sedikit terbuka. Saat aku menengok kedalam, kulihat para gadis dengan berbagai posisi tanpa pakaian. Kudorong pintunya agar lebih terbuka."Apa yang kalian lakukan?""Sedang menunggu Papa." Eva menjawab dan mendekat lalu menarik tanganku agar masuk."Kami membiarkan Papa minggu kemarin, tapi akhir pekan ini Papa tak akan dapat lolos dengan mudah.""Sudah Papa bilang. Mama kalian akan membunuhku!" tangkisku."Tidak, aku tak akan melakukannya!" kudengar suara isteriku saat kulihat dia mengangkat kepalanya di antara paha Irma."Gadis-gadis ini menginginkanmu! Bisa apa aku menolak mereka?"Eva menarik tanganku ke tengah kamar. Baru kemudian aku sadar kalau dia tak mengenakan selembar benangpun. Kupandangi tubuhnya. Apa yang kusaksikan ini jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Payudaranya besar tapi kencang dengan putingnya yang menunggu untuk segera dihisap."Bisa apa aku menolak mereka?" pikirku saat aku rendahkan tubuhku dan mulai menghisap puting itu.Kurasakan puting Eva membesar dalam mulutku, lalu kutaruh diantara gigiku dan mulai menggigitnya pelan. Saat aku sedang sibuk dengan itu kurasakan ada tangan yang menarik turun resletingku. Lalu tangan itu merogoh kedalam celana dalamku dan mengeluarkan penisku. Aku melihat ke bawah dan kudapati Ami sedang mengarahkan penisku ke mulutnya dan segera saja dihisapnya. Kutelusuri lekuk tubuh Irma dengan tanganku sampai pada vaginanya yang tak berambut, dan menyelipkan jariku padanya. Dapat kurasakan kehangatan dalam vaginanya dan basah saat jariki kutekankan masuk dengan pelan. Aku berusah untuk mendorongnya lebih dalam lagi, tapi terasa ada yang menahan gerakanku. Eva memandangku.."Ya, Eva masih perawan, dan jari Papa adalah benda pertama yang memasuki vagina Eva. Eva harap penis Papalah yang kedua." aku membungkuk dan mencium Eva, bibir kami seakan melebur bersama, sebuah ciuman yang sempurna.Sementara itu, Ami masih mengoralku. Usahanya jelas berdampak padaku. Aku melihat kebawah, kepalanya bergerak maju mundur pada batang penisku. Aku tak ingin mengeluarkan sperma pertamaku dalam mulut Ami sedangkan ada pilihan lainnya. Vagina perawan Eva dihadapanku. Maka kukeluarkan penisku dari mulut Ami."Kita dapat melanjutkannya nanti." kataku padanya.Kudorong Eva ke tempat tidur, menindihnya dengan lembut. Kucium dia lagi lalu ciumanku bergerak ke sekujur tubuh telanjangnya. Kujilati lehernya, dan kutinggalkan bekas disana agar dia mengingat kejadian indah ini nantinya. Kemudian aku bergerak ke dadanya, menghisapi putingnya. Ini mengakibatkan beberapa lenguhan keluar dari mulutnya. Saat kugigit lembut putingnya dan punggungnya terangkat sedikit keatas karena terkejut. Lalu turun ke perutnya hingga akhirnya bermuara pada vaginanya yang tak berambut.Kupandangi sejenak lalu kubenamkan hidungku pada celahnya. Aroma yang keluar dari vaginanya semakin membuatku mabuk. Saat kugantikan hidungku dengan lidah, akibatnya jadi jauh lebih baik lagi. Saat ujung lidahku merasakan untuk pertama kalinya hampir saja membuatku orgasme! Eva telah basah dan siap untuk aksi selanjutnya. Penisku membesar dan keras hanya dengan membayangkan apa yang segera menantiku didepan wajahku ini.Ciumanku bergerak keatas dan berlabuh dalam lumatan bibirnya lagi seiring dengan kepala penisku yang menguak beranda keperawanannya. Eva mengalungkan lengannya dileherku dan menjepit pinggangku dengan kakinya saat aku berusaha untuk memasukinya lebih dalam lagi. Dapat kurasakan kehangatan yang menyambut kepala penisku. Aku tak dapat menahannya lebih lama. Eva sangat panas, basah dan rapat!Pelan namun pasti kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Dapat kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke-basahannya mengundangku masuk. Kehangatan vaginanya membungkus kepala penisku saat aku menyeruak masuk. Aku terus menekan kedalam dengan pelan meskipun aku ingin segera melesakkannya kedalam dengan cepat seluruh batang penisku. Akhirnya dapat kurasakan dinding keperawanannya, batas akhirnya sebagai seorang gadis untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Kupandangi dia tepat di mata."Sayang, ini akan sedikit sakit, tapi Papa janji sakitnya hanya sebentar saja." kurasakan kakinya menjepit pinggangku lebih rapat saat aku merobek pertahanan akhirnya. Akhirnya jebol juga dinding itu."Aargh! Gila! Sakit, Pa!" katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Vaginanya mencengkeram batang penisku, ototnya bereaksi pada penyusup dan rasa sakit."Tenang sayang, sakitnya akan segera hilang." dan kuteruskan menekan ke dalam sampai akhirnya terbenam semua di dalamnya. Aku diam sejenak, membiarkannya untuk beradaptasi."Gimana? Udah baikan?" tanyaku. Dia anggukkan kepalanya.Kumpulan cerita seks dewasa Indonesia terbaru 2012/2013 terus ke mobile
  www.cerita17tahun.mobi www.ceritalucu.mobi www.ceritamesum.mobi www.ceritahot.mobi www.ceritaseks.mobi www.ceritangentot.mobi www.ceritasedarah.mobi www.ceritaseru.mobi www.ceritacinta.mobi www.cerita.mobi www.fotobugil.mobi   Gudang Download Video 3gp gratis Indonesia terbesar
 www.cewek.mobi www.ngentot.mobi www.17tahun.mobi www.tantegirang.mobi www.bokep.mobi www.agnesmonica.mobi www.sarahazhari.mobi   DOWNLOAD VIDEO 3GP BOKEP TERBARU INDO GRATIS"Aku hanya merasa penuh, rasanya aneh. Tapi juga terasa enak berbarengan."Aku mulai menarik dengan pelan, hanya beberapa inchi, dan kemudian mendorongnya lagi dengan lembut. Aku khawatir menyakitinya, tapi dalam waktu yang sama aku tak ingin segera menembakkan spermaku. Aku ingin menikmati rasa vaginanya selama mungkin. Kurasa dia mulai dapat menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.Kupercepat kocokanku, menariknya hampir keluar dan menekannya masuk kembali dengan pelan, menikmati rasa sempit vaginanya pada penisku. Eva mulai memutar pinggulnya seiring hentakanku. Tempo dan nafsu kami semakin meningkat cepat. Kurendahkan tubuhku dan mencium lehernya dan bahunya. Tiap gerakan tubuh kami mengantarku semakin dekat pada batas akhir."Ya Pa! Ya! Rasanya Eva hampir sampai!""Papa juga sayang!" Dan kulesakkan ke dalamnya untuk yang terakhir kali. Menekan berlawanan arah dengannya mencoba sedalam mungkin saat kuledakkan sperma semprotan demi semprotan kedalam vaginanya. Dapat kurasakan cairan kami bercampur dan meleleh keluar dari vaginanya menuju ke buah zakarku.Tubuh Eva bergetar di bawahku, tangan dan kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik dan kudorong lagi semakin dalam padanya saat persediaan spermaku akhirnya benar-benar kosong. Kutatap matanya lalu menciumnya."Eva, ini adalah seks terbaik yang pernah Papa dapatkan." aku lupa kalau kami tak sendirian dikamar ini."Aku dengar itu!" kata isteriku."Kita akan lihat apa kita bisa mengubah anggapanmu itu!"Dengan para gadis-gadis itu dalam kamar ini, aku sadar 'kesenanganku' baru saja akan dimulai.TAMAT




Saturday, December 10, 2011

Cerita Mesum Terbaru 2012 - Mesti Mesum


<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<a href="http://3.bp.blogspot.com/-H4WCguQI3O4/TuNwwBK6T-I/AAAAAAAABUI/Kbt86EsRKMM/s1600/381027_102981306487558_100003270665082_12872_850110838_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-H4WCguQI3O4/TuNwwBK6T-I/AAAAAAAABUI/Kbt86EsRKMM/s320/381027_102981306487558_100003270665082_12872_850110838_n.jpg" width="240" /></a></div>
&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Foto foto Cewek di <b><a href="http://cewek.mobi/">http://cewek.mobi</a></b>


Bacaan Cerita Terbesar di

<b><a href="http://ceritangentot.mobi/">http://ceritangentot.mobi</a></b> - Bacaan cerita Ngentot terbaru 2012.

<b><a href="http://cerita.mobi/">http://cerita.mobi</a></b> &nbsp;- Bacaan cerita lucu,dewasa dan hantu terbaru 2012

<b><a href="http://ceritasex.mobi/">http://ceritasex.mobi</a></b> - Bacaan cerita sex terbaru 201

<b><a href="http://cerita17tahun.mobi/">http://cerita17tahun.mobi</a></b> - Bacaan cerita 17 Tahun ngentot 2012.</div>

Sunday, March 27, 2011

Ceita ngentot anggi...

http://bokep.mobi
Seperti biasa, sepulang dari kantor aku selalu memanfaatkan waktu untuk beristirahat di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari kantorku. Sedang asyik menikmati juice sirsak kesukaanku, tiba-tiba salah satu dari dua HP milikku berdering. Aku lihat siapa yang meneleponku, ternyata nomornya tak aku kenal sama sekali. Dengan bermalas-malasan, aku angkat juga telepon itu.

"Halo..," aku coba bicara sesopan mungkin.
"Ya, hallo. Ini Jarot ya," ujar suara lembut dari seberang sana.
"Ini siapa ya, maaf saya tidak mengenal suara anda," jawabku dengan sedikit heran. Soalnya, sama sekali aku tidak mengenal suara tersebut, termasuk nomor teleponnya.
"Ini Anggi, kita memang belum pernah kenal kok," jawabnya semakin membuat saya heran.
"Anggi..? Trus, dari mana kamu dapat nomor HP saya," aku coba bertanya.
"Nanti kamu akan tahu juga kok. Kita bisa ketemu nggak?" ujarnya lagi.

Aku sedikit tersentak kaget. Soalnya, selain aku tidak mengenalnya sama sekali, aku juga tidak tahu apa maunya cewek itu ingin berjumpa denganku. Namun dengan masih penasaran, akhirnya aku menyanggupi permintaannya untuk bertemu denganku di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di kotaku.

Setelah menghabiskan sisa juice sirsak di hadapanku, aku langsung menghidupkan mesin mobil dan melaju arah utara, menuju pusat perbelanjaan tempat aku janjian bertemu dengannya.

Sesampai di tempat kami janjian untuk bertemu, aku coba untuk menghubungi nomor HP-nya yang masih tersimpan di HP-ku. Seketika terdengar suara dering HP milik seorang cewek cantik yang berdiri tak jauh dari tempatku berada. Seketika aku matikan kontak telepon dengannya, dan langsung menuju arah cewek itu.

"Anggi ya, saya Jarot..," aku mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
"Anggi," kurasakan tangannya yang lembut bersentuhan dengan tanganku.

Setelah berkenalan, aku ajak dia untuk masuk ke salah satu cafe yang ada di pusat perbelanjaan itu, sekaligus untuk mengobrol. Dari percakapannya dengannya, ia menyatakan mendapatkan nomor HP-ku dari seseorang yang katanya kenal denganku. Tapi ketika memberikan nama orang yang memberikan nomor HP-ku itu padanya, ternyata aku juga tidak mengenalnya sama sekali.

"Persetan dengan orang yang memberikan nomor HP-ku, yang penting bisa berkenalan dengan cewek cantik," ujarku dalam hati.

Dari pembicaraanku dengannya, ternyata kuketahui ia kuliah di fakultas hukum di Universitas "BH" yang cukup terkenal di kotaku, dan kost di daerah "T" yang dekat dengan bandara. Dari ceritanya, aku juga bisa menebak bahwa ia saat ini sedang kebingungan setelah ditinggal pergi sang pacar.

"Sudahlah, tak usah dipikirkan lagi. Justru kalau kamu memikirkannya terus, akan menambah beban pikiranmu," ujarku sambil coba menenangkan perasaannya dengan membelai rambutnya yang direbonding.

Dan tanpa kusadari, ternyata ia merebahkan kepalanya ke dadaku. Aku terkejut bukan main, karena tak menyangka ia akan begitu. Lalu perlahan, aku tawarkan padanya untuk pergi dari tempat itu mencari tempat yang bebas untuk bercerita. Ia setuju, dan kamipun meluncur menuju pinggir pantai.

Dalam suasana yang sejuk dan senja mulai merambat turun itu, aku memberanikan diri untuk merengkuh pundaknya. Ia terlihat pasrah, dan aku jadi makin berani untuk berbuat lebih lagi. Ku coba kembali membelai rambutnya dan mengecup lembut keningnya, terus turun ke bibirnya yang ranum.
"Ah..," dia mendesah.

Aku jadi semakin berani. Lidahku mulai keluar masuk ke rongga mulutnya, dan perbuatanku itu ternyata mendapat balasan darinya. Aku jadi semakin berani, dan tanganku coba meremas daging kenyal di dadanya, sementara ia juga terlihat mencoba menrambat ke sela-sela sudut pahaku.

Anggi terlihat mulai tak sabaran untuk bisa mengelus-elus rudalku yang sudah menegang sejak tadi. Secara perlahan-lahan, ia mencoba untuk bisa membuka resluiting celana ku, dan sesaat ia terkejut merasakan betapa besarnya punyaku.
"Oh.., besar sekali," katanya, dan aku hanya tersenyum menanggapinya sambil tanganku tetap bermain di puting susunya.

Ciuman bibirku mulai turun ke leher, dan terus turun ke bawah serta berhenti sejenak di puncak bukit kembarnya. Disini, aku permainkan puting susunya dengan lidahku, sehingga membuatnya tak kuasa menahan gejolak hawa nafsunya. Tampaknya, ia sudah tak sabaran lagi untuk melanjutkan aktivitasnya ke arah yang lebih intim lagi, karena ia sudah mulai berusaha untuk melorotkan celana dalamku.

"Jangan disini, Anggi. Kita cari tempat istirahat yang aman yuk," ajakku, yang ternyata dibalas dengan anggukan.

Tanpa pikir panjang, segera aku hidupkan mesin mobilku, dan menuju sebuah hotel "P" yang terletak di jalan Dobi bersebelahan dengan Bank BNI. Begitu masuk kamar, aku segera memeluknya dan mengulum bibirnya dengan penuh nafsu. Sementara ia kulihat sibuk membuka kancing-kancing baju kemeja yang kupakai dan kemudian melorotkan celana panjangku.

Akupun tak mau kalah. Dengan sekali tarik, aku berhasil melepaskan baju kaos yang dipakainya dan kemudian menarik resluiting celana jeans yang dipakainya, sehingga tinggallah ia hanya mengenakan BH hitam dan CD yang juga berwarna hitam.

Tanpa membuang waktu lagi, aku dorong tubuhnya ke ranjang yang berukuran besar itu setelah berhasil membuka kait BH dengan ukuran 34B di bagian belakang tubuhnya, sehingga terlihatlah dua buah gunung putih yang menyembul dengan puncaknya yang berwarna pink. Tanpa menunggu lagi, segera aku hisap puting susunya yang berwarna pink itu dan sekali-sekali memainkannya dengan ujung lidahku.

"Ah, Jarot..!" serunya.
"Anggi, mimikmu begitu indah dan kenyal. Aku sangat menyukainya," ujarku.
"Terus, Jarot. Oh, geli..," desahnya.
Mendengar desahannya itu, aku jadi semakin bernafsu. Jilatanku terus merambat turun ke pusarnya, dan terus ke gundukan di sela kedua pahanya. Dengan lihainya, aku permainkan clitorisnya yang sudah mulai menyembul dengan ujung lidahku, dan aku terus memasukkan ujung lidahku hingga ke dalam. Tiba-tiba, ia mengangat pinggulnya dan berteriak,
"Ah.., terus.. ee.. naak..!" raraunya.

Sementara aku terus mempermainkan rongga kenikmatannya, Anggi juga terlihat semakin kencang menggoyang-goyang pinggulnya. Dan tiba-tiba ia berteriak dengan kuat.
"Ah, aku.. ke.. luar..," dan terlihat tubuhnya mengejang dengan mata terpejam. Sementara di lubang kenikmatannya terlihat cukup banyak cairan yang keluar. Aku merasakan rasa asin bercampur manis dengan aroma yang harum dan terasa panas.

Dengan rakusnya, aku jilat seluruh cairan yang keluar dari rongga kewanitaannya itu, dan tubuhku terus merambat naik ke atas. Disini, aku permainkan kembali puting susunya yang terlihat begitu indah. Rasanya, tak ingin aku melepaskan bibirku dari sana.

Tak lama kemudian, aku lihat Anggi kembali menggeliat dan mendesah-desah. Ia tampak kembali terangsang dan minta aku segera memasukkan rudalku yang berukuran 16 Cm dengan diameter 3 cm itu ke lubang vaginanya.
"Ayo Jarot, Anggi sudah nggak tahan lagi," erangnya.

Tanpa menunggu lama lagi, segera aku arahkan rudalku ke lubang vaginanya. Secara perlahan-lahan tapi pasti, ujung rudalku mulai menyeruak masuk ke lubang vaginanya yang berbulu tipis itu. Aku merasakan punyaku cukup sulit menembus lubangnya yang ternyata masih sempit itu. Namun aku terus memaksanya untuk bisa masuk.
"Ah, pelan-pelan ya..," erangnya.

Kembali aku tekan kepala rudalku untuk masuk ke lubang vaginanya secara perlahan-lahan, sehingga akhirnya aku berhasil memasukkan seluruh rudalku dan merasakan ujungnya menyentuh dasar vaginanya.
"Oh, nikmat sekali," katanya sambil mendesah.

Aku semakin bernafsu untuk menggenjot terus lubang kenikmatannya mendengar desahannya. Semakin dia menceracau tak karuan, semakin kencang aku mengeluarkan dan memasukkan rudalku ke lubang kenikmatannya.
"Oh Jarot, aku.. mau.. ke.. luar lagi," desahnya.
"Tahan dulu ya sayang, aku juga.. su.. dah.. mau sampai.. Keluarkan dimana..?" tanyaku.
"Di lu.." Belum sempat ia menjawab, aku sudah tidak bisa menahannya lagi, sehingga akibatnya.

"Crot.. crot.. crot..!" beberapa kali tembakan spermaku yang cukup banyak menghantam dinding vaginanya, sementara pada saat bersamaan aku juga merasakan cairan hangat menyelimuti batang kemaluanku.

"Maaf Anggi, aku tak kuasa lagi menahannya dan spermaku tertancap di lubang vaginamu," kataku menyesali.
"Tak apa-apa, mudah-mudahan saja sekarang aku tak subur, karena jadwal datang bulanku dua hari lagi," katanya sambil memelukku sambil mengelus dadaku.
"Terima kasih Anggi, kamu telah memberikan kenikmatan yang tiada tara padaku hari ini," ujarku sambil mengecup bibirnya.
"Saya juga, rasanya beban pikiranku hari ini menjadi hilang dan berubah jadi rasa nikmat. Yuk, kita mandi berdua," ajaknya sambil menarik tanganku menuju kamar mandi.


Cerpen Ngentot

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273267



Cerpen 17 Tahun

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273263



Cerpen Dewasa

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273245







Cerpen 17 tahun seru

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273218



Kumpulan Cerita Mesum

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273216



Kumpulan Cerita Seks

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273207



Kumpulan Cerita Sedarah

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273193



Cer ita Untuk Dewasa

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=188126



Koleksi C erita Seks Dewasa

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187566



Cerita Dewasa Terkini

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187527



Cerita Dewasa Terbaru

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187525



Cerita Khusus Dewasa

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=121280



Kumpulan Cerita 17 tahun

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=120693


Kumpulan Cerita Daun Muda

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=120668



Kumpulan Cerita Seru

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119576



Kumpulan Cerita Ngentot

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119569



Kumpulan Cerita Dewasa

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119561



Kumpulan Cerita Panas

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100994



Kumpulan Cerita Mesum

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100990




Kumpulan Cerita 17 Tahun

 http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100819



Kumpulan Cerita Dewasa

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100794



Kumpulan Cerita Panas

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100784

Dan di kamar mandi itu, batang kemaluanku kembali mengeras ketika Anggi sedang mengelus-elusnya. Tanpa berbasa-basi lagi, aku menarik pinggang Anggi dan menyuruhnya menungging membelakangiku. Perlahan-lahan, aku arahkan kepala rudalku di sela-sela pantatnya yang bahenol. Sesaat, aku merasakan Anggi tersentak. Namun itu hanya sebentar, karena tiba-tiba Anggi mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya, ketika dirasakannya kepala rudalku sudah amblas semuanya.

"Ah, Jarot. Aku sampai lagi," desah Anggi tertahan.
"Aku ju.. ga..," kataku sambil menembakkan kembali spermaku ke dalam rongga kewanitaannya.
"Kapan kita bisa mengulangi seperti lagi, Jarot," ujar Anggi sambil mengecup lembut bibirku.
"Terserah kamu aja, telpon saja aku," jawabku pasti.

Setelah jam menunjukkan pukul 20.45 WIB, kami lalu check out dari hotel itu dan mengantar Anggi pulang. Di perjalanan menjelang tempat kostnya, Anggi terlihat seperti tidak ingin melepaskan tangannya dari rudalku. Sebelum sampai di tempat kostnya, aku belikan ia voucher simpati agar ia bisa menghubungiku kapanpun ia menginginkan permainan seperti tadi kembali, dan kemudian aku kembali ke rumah untuk berkumpul dengan keluargaku.

Saturday, March 5, 2011

Cerita Ngentot Toni

Namaku Toni dan umurku sekitar 26 tahun. Selain pekerjaan tetapku sebagai seorang staff di sebuah perusahaan swasta, aku juga mempunyai usaha sampingan jual beli handphone.
Lihat Noni Bokep
Aku tinggal di daerah Jakarta Selatan, bersama dengan kakakku, Mbak Tina dan suaminya, Mas Amir. Maklum, masih bujangan dan sementara Mbak Tina itu belum punya anak, jadi untuk 'meramaikan suasana' aku tinggal bersama mereka.

Pada suatu ketika, Mbak Tina itu menanyakan kepadaku, apakah aku mempunyai handphone jenis Nokia 5110. Karena temannya, sebut saja Ayu, sedang mencari handphone jenis itu. Kebetulan sekali aku ada stock handphone tipe itu. Ayu, teman Mbak Tina itu, umurnya sekitar 27 tahun dan sering juga main ke rumah kami, sudah cukup akrablah dengan kami. Wajahnya lumayan manis, kulitnya putih bersih dengan rambut sebahu, yang kadang suka membuatku agak deg-degan juga saat melihatnya. Setelah harga sesuai dan barang siap, 3 hari kemudian, kebetulan hari Minggu, Ayu berniat untuk mengambil handphone tersebut. Sebetulnya Mbak Tina tidak ada rencana untuk pergi pada hari Minggu itu karena Ayu akan datang, hanya saja sekitar jam 10-an, Mas Amir ditelepon temannya yang mengatakan bahwa ada seorang dari teman mereka yang meninggal. Maka mereka pun segera berangkat, sebelum berangkat Mbak Tina berkata kepada saya, "Ton, nanti kalo si Ayu datang, suruh makan yach, udah dimasakin tuh, trus kalo mau pulang, nggak usah tungguin Mbak dan Mas Amir dech."
"Iya Mbak, pokoknya beres dech.." jawabku.
Memang Ayu ini sudah seperti keluarga.

Sekitar jam 12-an, Ayu datang. "Kok sendirian aja Mbak, mana 'gandengannya', nggak diajak nich.." godaku, meski aku tahu kalau Ayu belum punya pacar. Aku memang memanggil dia dengan Mbak karena dia teman Mbak Tina. Dia hanya tersenyum.

"Mana Mbak Tina dan Mas Amir, Ton?" Tanya dia.
"Lagi melayat temannya Mas Amir, Mbak.." jawabku.
Maka setelah ngobrol ke sana ke mari serta menunjukkan handphone yang akan dia beli itu, kemudian Ayu berkata, "Ton, ajarin Mbak yach pakenya, abis Mbak kan baru sekarang punya ini, musti belajar dulu."
"Beres Mbak, tenang aja.." jawabku.
Maka sambil duduk di sebelahnya, aku mulai mengajarinya cara menggunakan handphone itu. Hmm.. wangi tubuhnya yang putih bersih itu mulai tercium. Kulitnya yang mulus ditumbuhi bulu-bulu halus ditangannya. "Wah.. tipe cewek gini nich yang gue suka", kataku dalam hati. Semakin lama aku semakin berani untuk mendekatkan posisi dudukku, semakin merapat ke sisi Ayu. Sambil sesekali aku curi-curi mencium rambutnya. Oohh.. tiba-tiba aja aku ingin membelai rambutnya.

Setelah beberapa penjelasan yang kuberikan, dia mulai mencoba handphone itu, meski beberapa kali ada salah pencet tombol. Karena salah itu, aku meralat dengan menekankan tombol yang benar, yang mau tidak mau, aku harus memegang jari-jari manis Ayu. Entah tiba-tiba saja, aku menggenggam tangan Ayu. "Tangan kamu halus sekali Yu, lembut.." kataku. Wajah Ayu yang putih berubah jadi kemerahan dan tertunduk saat aku menatap matanya, "Ah kamu Ton, biasa aja.." Aku semakin memberanikan diriku, aku menaruh handphone itu di meja dan mulai meremas tangan Ayu. "Kamu manis sekali Ayu.." Ayu hanya diam saja sambil tetap menunduk. Aku memegang pundaknya dan memutar badannya hingga berhadapan denganku. Kusentuh dagunya dan kuangkat wajahnya, hingga aku bisa melihat dengan jelas betapa manisnya wajah Ayu, meski agak merah karena malu mungkin. Aku tersenyum dan dia pun balas tersenyum.

Aku semakin nekat, perlahan-lahan aku mendekatkan wajahku ke arahnya dan kulihat dia mulai memejamkan matanya. "Nah, ini dia nich.." pikirku. Perlahan aku mulai menyentuh bibirnya yang mungil itu. Tak kusangka, ternyata dia membalas kecupanku. Semakin aku bernafsu untuk melumatkan bibirnya, ternyata semakin 'buas' juga dia membalasnya. Hmm.. aku jadi tidak tahan.

Perlahan aku mulai melingkarkan tanganku ke pinggangnya, dia membalasnya. Aku semakin mendekapnya, dan kurasakan gumpalan payudaranya yang mungil, hangat di dadaku. Sambil terus berciuman, aku mulai merebahkan Ayu di karpet tempat kami duduk. Sementara itu, batang kemaluanku mulai berdiri. Sambil masih mengenakan baju, aku menggesek-gesekkan batang kemaluanku itu ke belahan selangkangannya. Kebetulan dia mengenakan kulot dari bahan yang agak tipis, sehingga gundukan kemaluannya bisa kurasakan meski masih memakai celana. Kulihat dia masih memejamkan mata sambil sesekali kudengar nafasnya yang memburu. Dia pun membalas goyangan pinggulku dengan menggoyangkan pantatnya.

"Hmm.. mungkin dia sudah pernah nich", pikirku. Kami semakin panas, perlahan aku mulai melepaskan kancing kemeja putih yang dia kenakan, satu persatu sambil kudengar nafasnya yang makin cepat. Setelah semua kancing kulepaskan, mulai kusingkap ke kiri dan ke kanan kemejanya itu. Ohh.. payudaranya tidak terlalu besar memang, tapi kulitnya itu yang membuat jantungku berdegup keras, seperti lilin, halus sekali. Aku mulai mencium bagian telinga, lalu semakin turun ke leher. Ayu menggelinjang, kuteruskan ke bagian dadanya sambil perlahan kulepaskan bra-nya. Kulihat puting payudaranya yang berwarna merah muda itu sudah membesar dan payudaranya agak keras. Kucium perlahan-lahan sekitar putingnya, Ayu semakin menggelinjang.

"Aahh.. terus Ton, teruuss.. aahh.." desahnya. Sambil terus mencium dan menjilat payudaranya, perlahan kulepaskan kancing celananya. Rupanya Ayu paham akan maksudku itu, dia mengangkat pantatnya sedikit sehingga dengan leluasa aku melepaskan celananya. Rupanya diapun tidak mau ketinggalan, dia melepaskan satu persatu kancing kemejaku, sebelum habis semua kancing kemejaku terbuka, aku segera melepaskannya. Setelah itu, Ayu melepaskan kancing celanaku. Kini kami hanya mengenakan celana dalam saja. Aku kemudian menggesek-gesekkan batang kemaluanku yang masih ditutupi celana dalam itu ke selangkangannya. "Ahh.. semakin terasa sekarang.." pikirku.

"Kamu cantik sekali Ayu, kamu manis.." rayuku. Kembali kucium sekitar payudaranya sambil perlahan-lahan kuturunkan ciumanku ke bawah. Terus ke pusar, kulihat dia kegelian, sambil meremas rambutku. "Teruskan Ton, aku ingin.." katanya. Terus kuciumi sampai akhirnya tiba di selangkangannya. Samar-samar bisa kulihat bulu-bulunya yang lebat di balik celana dalamnya yang menggunung itu. Kuciumi, hmm.. wangi sekali. Secara naluriah, Ayu merenggangkan kakinya sehingga aku semakin leluasa menciuminya.

Semakin lama kulihat semakin basah celananya itu, maka dengan cepat aku melepaskan celana dalamnya itu. Benar, rupanya sudah basah, aku perlahan mulai menjilati liang kewanitaannya yang basah. Ayu semakin menggelinjang, kusedot, kujilat klitorisnya. "Suu..daahh.. Toonn.. mmaa..ssuu..kkiinn.." desahnya tak sabar. Maka dengan segera aku melepaskan celana dalamku dan memasukkan batang kemaluanku ke liang kewanitaan Ayu. Mungkin karena sudah basah, dengan mudah kejantananku menerobos masuk. Aku sempat berpikir sejenak, kok langsung yach, Ooo.. berarti Ayu memang sudah pernah berhubungan sebelumnya.

Dengan perlahan aku mulai menghujamkan batang kemaluanku, semakin dalam semakin hebat gelinjang Ayu. Setelah kurasakan semua sudah masuk, perlahan aku mulai bergerak keluar masuk, pelan.. pelan.. Ayu pun tak kalah, dia menggoyangkan pantatnya. "Aahh.. teerruuss.. Tonn.. aahh.." desahnya. Aku pun semakin cepat bergerak, sambil kuhisap putingnya. Rupanya Ayu akan orgasme, gerakannya semakin liar. Tak lama kemudian, dengan gerakan mengangkat bagian punggungnya, dia dengan 'agak kasar' melumat bibirku dan kurasakan batang kemaluanku terasa berdenyut-denyut dan terjepit. Dan, "Aaahh.." dengan jeritan tertahan, Ayu seolah menggelepar dan tak lama kemudian tubuhnya terkulai lemas. Dia sudah orgasme rupanya, sambil menatapku, dia berkata, "Kamu hebat Ton, kamu terusin aja, sampe kamu juga dapetin yach sayang.."

Kembali aku menggerakkan batang kemaluanku keluar masuk. Ayu mengulum bibirku, rupanya dia sudah mulai panas lagi, goyangan pantatnya semakin cepat dan semakin cepat. Kurasakan bahwa spermaku sudah hampir tiba di ujungnya, aku semakin mempercepat gerakanku, diimbangi oleh gerakan Ayu. "Aahh.. Ayuu.. aku mau keluar nicchh.." desahku. "Samaa.. Ton, aku jugaa.. aahh.." jerit Ayu tertahan berbarengan dengan muncratnya spermaku keluar. Pada saat spermaku akan keluar itu, kuhujamkan batang kemaluanku sedalam-dalamnya ke dalam liang kewanitaan Ayu, "Aaahh.." Kami keluar bersamaan, sesaat mataku terasa berkunang-kunang dan selanjutnya aku merasa melayang.

Ah, rupanya cukup banyak sperma yang telah kukeluarkan di dalam liang kewanitaan Ayu, karena aku merasa beberapa kali menyemprotkannya dan setelah itu masih terasa terus mengalir keluar. Terasa hangat ujung kemaluanku itu. Ayu pun tampaknya sangat puas.

"Ton.. Kamu hebat sekali, aku bisa sampe 2 kali keluar.. kamu hebat sekali sayang.."
"Terima kasih sayang", kataku sambil mengecup kening Ayu.
"Biarkan di dalam saja sayang, aku masih ingin merasakan hangatnya.." bisik Ayu di telingaku. Rupanya Ayu punya maksud lain dengan membiarkan batang kemaluanku itu tetap di dalam liang kewanitaannya.

Setelah kami dapat mengatur nafas kembali, kurasakan pantat Ayu kembali digerak-gerakkan. Gerakannya memutar dan naik turun. Batang kemaluanku yang sudah terkulai lemas, dengan gerakan seperti itu, kembali mulai tegang. "Kamu diam aja Ton, sekarang giliran aku yang akan membuat kamu melayang", bisik Ayu.

Pada saat batang kemaluanku sudah kembali tegang, Ayu memintaku untuk segera mengeluarkan batang kemaluanku itu dari dalam liang kewanitaannya. Begitu batang kemaluanku keluar, aku langsung didorong ke belakang hingga aku telentang dan tanpa kusangka, Ayu mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya. Aaahh.. rasanya geli bercampur nikmat, apalagi pada saat lidahnya bermain-main di sekitar ujung batang kemaluanku. Dia hisap ujung batang kemaluanku, lalu dengan perlahan dia mulai memasukkan ujung batang kemaluanku ke dalam mulutnya, terus hingga setengah batang kemaluanku memenuhi mulutnya.

Astaga, geli bercampur nikmat kurasakan hingga di ubun-ubunku. Dia terus mengulum dan mengisap batang kemaluanku, hingga akhirnya, "Aaahh.. Ayuu.. akuu.. maauu.. keeluuaarr.. aahh.." aku sudah tak tahan lagi, dengan batang kemaluanku yang masih di dalam mulutnya, kumuncratkan spermaku. Kupikir Ayu akan segera mengeluarkan batang kemaluanku dari mulutnya begitu spermaku muncrat, tapi ternyata tidak. Dia malah seperti mengisap-isap batang kemaluanku hingga aku merasa melayang-layang.

"Aaahh.. Ayu.. kamu hebat sekali, aku nggak kuat" kataku sambil tersenyum pada Ayu. Batang kemaluanku benar-benar merasa tersedot seluruh isinya, aku lemas sekali. Dan ketika tidak ada sperma yang keluar lagi, Ayu mengeluarkan batang kemaluanku dari mulutnya. Ohh, rupanya dia menelan semua spermaku itu karena batang kemaluanku bersih dan dari mulutnya pun tak ada sisa sperma yang tertinggal.

Setelah itu kami tidur-tiduran di karpet tempat kenikmatan terjadi, sambil aku memeluk Ayu dari belakang. Aku dapat melihat kepuasan mamancar dari wajah Ayu yang memang ayu itu. Sungguh Ayu, aku pun puas sekali. Dan semenjak saat itu, dengan alasan belajar memakai handphone, aku dan Ayu sering bertemu dan mengulangi segala kenikmatan yang telah kami lakukan, baik di tempat Ayu maupun di rumahku sewaktu Mbak Tina dan Mas Amir tidak ada. Cerita Seks Terbaru
http://ceritaseks.prohost.mobi/

Cerita Dewasa Terbaru Indo
http://ceritadewasa.prohost.mobi/

Cerita Ngentot Indo 2011
http://ngentot.prohost.mobi/


Lagi Cerita Ngentot Yang Enak
------------------------------------


http://cerita17tahun.mobi/

http://ceritasex.mobi/

http://ceritangentot.mobi/

http://ceritacinta.mobi/


Kumpulan Cerita Ngentot 17 tahun Hangat! hehe
----------------------------------------------------------
Cerita Seks Melayu
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=298551

Cerita Cinta
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=278460

Cerita 18sx
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273285

Cerita Lucah
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273277

Cerpen Seks
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273274

Cerpen Ngentot
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273267

Cerpen 17 Tahun
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273263

Cerpen Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273245



Cerpen 17 tahun seru
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273218

Kumpulan Cerita Mesum
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273216

Kumpulan Cerita Seks
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273207

Kumpulan Cerita Sedarah
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273193

Cer ita Untuk Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=188126

Koleksi C erita Seks Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187566

Cerita Dewasa Terkini
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187527

Cerita Dewasa Terbaru
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187525

Cerita Khusus Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=121280

Kumpulan Cerita 17 tahun
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=120693

Kumpulan Cerita Daun Muda
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=120668

Kumpulan Cerita Seru
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119576

Kumpulan Cerita Ngentot
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119569

Kumpulan Cerita Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119561

Kumpulan Cerita Panas
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100994

Kumpulan Cerita Mesum
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100990


Kumpulan Cerita 17 Tahun
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100819

Kumpulan Cerita Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100794

Kumpulan Cerita Panas
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100784


Cerita Panas Terbaru 2012

Popular Posts